Bahaya Gula Tak Semanis Rasanya

Article Image

Berbagai makanan olahan, baik yang berasa manis atau tidak, kemungkinan besar mengandung gula tambahan. Namun, di balik rasa manisnya, sejumlah bahaya mengintai. Makanan dan minuman yang mengandung kadar gula tinggi, baik yang berasal dari gula bebas maupun pemanis buatan, bisa berdampak buruk pada kesehatan Anda.

 

Berikut beberapa dampak buruk terlalu banyak mengonsumsi gula untuk kesehatan:

1.      Obesitas dan Penyakit Metabolik

Gula tambahan dalam makanan dan minuman berkontribusi pada peningkatan berat badan. Konsumsi berlebihan gula dapat memicu obesitas, yang merupakan faktor risiko utama penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik.

2.    Risiko Penyakit Jantung

Gula tambahan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dengan memicu peradangan, meningkatkan tekanan darah, dan mempengaruhi kadar kolesterol.

3.    Kerusakan Hati

Kelebihan konsumsi gula dapat menyebabkan penumpukan lemak di hati, menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkoholik yang dapat berkembang menjadi kerusakan hati yang lebih serius.

4.    Penyakit Diabetes Tipe 2

Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan resistensi insulin, meningkatkan risiko perkembangan diabetes tipe 2.

5.    Risiko Kanker

Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi gula tinggi dengan risiko beberapa jenis kanker, terutama kanker payudara, kolorektal, dan pankreas.

 

Salah satu penelitian yang signifikan adalah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal "JAMA Internal Medicine" pada tahun 2014. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi gula tambahan yang tinggi secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada orang dewasa. Dalam penelitian ini, mereka yang mengonsumsi lebih dari 25% kalori harian dari gula tambahan memiliki risiko kematian karena penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi gula tambahan kurang dari 10% kalori harian.

Dalam dunia modern yang dipenuhi dengan makanan dan minuman manis, kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebihan sangatlah penting. Upaya untuk mengurangi asupan gula dapat membantu melindungi tubuh dari risiko penyakit serius seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan masih banyak lagi

 

Namun, walaupun terkesan sepele, sejatinya mengurangi konsumsi gula dalam kehidupan sehari-hari tidak semudah yang dibayangkan. Sehingga, perlu untuk membahas beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam mengurangi konsumsi gula sehari-hari.

Berikut tips sederhana dalam mengurangi konsumsi gula:

1.      Beralih ke minuman rendah gula

Minuman bersoda, minuman olahraga (minuman isotonik), dan minuman buah yang dikemas sering mengandung banyak gula tambahan. Alihkan perhatian ke air mineral, teh herbal, atau air mineral dengan perasan lemon untuk meminimalkan konsumsi gula cair. Selain itu, dalam mengurangi konsumsi gula juga dapat memilih minuman rendah kalori yang tidak mengandung gula tambahan.

2.    Periksa label makanan

Membaca label makanan adalah langkah penting dalam menghindari gula yang tersembunyi dalam produk makanan. Perhatikan berapa gram gula tambahan dalam setiap porsi makanan dan minuman yang dikonsumsi. Ingatlah bahwa gula memiliki banyak nama berbeda, termasuk sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung tinggi fruktosa, dan lain-lain.

3.    Kurangi makanan manis

Kurangi konsumsi makanan manis seperti permen, kue, kue kering, dan es krim. Cobalah untuk menggantinya dengan camilan sehat seperti buah-buahan segar, yogurt rendah gula, atau almond panggang tanpa gula.

4.    Masak sendiri di rumah

Makan di restoran atau membeli makanan siap saji seringkali memicu jumlah gula yang masuk ke dalam makanan tidak dapat terkontrol. Memasak sendiri di rumah memungkinkan untuk mengendalikan bahan dan porsi makanan, sehingga dapat mengurangi gula tambahan.

5.    Pilih buah-buahan sebagai alternatif manis

Buah-buahan segar atau beku mengandung gula alami yang jauh lebih sehat daripada gula tambahan. Saat merasa ingin sesuatu yang manis, cobalah memilih buah-buahan seperti stroberi, blueberry, atau potongan apel.

6.    Hindari makanan dengan label "Diet" atau "Rendah Lemak"

Produk dengan label "diet" atau "rendah lemak" sering mengandung lebih banyak gula untuk meningkatkan rasa. Sebaliknya, fokuslah pada makanan utuh yang sehat dan seimbang daripada produk yang diklaim rendah lemak.

7.    Lakukan perlahan dan bertahap

Mengurangi konsumsi gula tidak harus drastis. Tahapnya dapat dimulai dengan perlahan-lahan mengurangi gula dalam kopi atau teh, menggantikan minuman manis dengan yang lebih rendah gula, dan membatasi camilan manis. Maka secara bertahap, lidah akan terbiasa dengan rasa yang kurang manis.

8.    Perhatikan saat makan di luar

Ketika makan di restoran, mintalah pelayan untuk mengurangi atau menghilangkan gula tambahan dalam hidangan. Pilih menu dengan lebih bijak, memilih hidangan yang tidak terlalu manis.

 

Mengurangi konsumsi gula adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan gula berlebih. Dengan perubahan kecil dalam pola makan, dapat membantu membiasakan konsumsi makanan atau minuman rendah gula yang lebih sehat dan lebih baik untuk tubuh.

 

Recommended for you