RSUD A.M. Parikesit Menggelar Jumpa PERS, Terkait WNA yang di Isolasi RSUD A.M. Parikesit Menggelar Jumpa PERS, Terkait WNA yang di Isolasi
06/02/2020 10:27 WITA



RSUD A.M. Parikesit menggelar jumpa pers terkait klarifikasi beredarnya informasi WNA asal Malaysia yang diduga terpapar virus corona, Rabu (5/2) di Ruang Matahari Gedung Garuda RSUD A.M. Parikesit.

Jumpa Pers dihadiri Sekretaris daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Drs. Sunggono,M.M. Kabag Ops Polres Kukar Kompol Boney Wahyu Wicaksono, Plt Direktur RSUD A.M. Parikesit dr Martina Yulianti, Sp.PD FINASIM-MARS didampingi Wakil Direktur Pelayanan dr. Mauritz Silalahi, Sp.P.

Dalam Keteranganya, Martina membenarkan tentang WNA laki-laki Asal Malaysia yang berusia 39 tahun itu dirawat di ruang isolasi RSUD A.M. Parikesit sejak Selasa (04/02) malam. Pasien tersebut dirujuk langsung oleh klinik kesehatan yang berasal dari Sebuah perusahaan sawit di Kecamatan Kembang Janggut.

"Jadi semalam, kami memang menerima pasien dimaksud. Pasien ini berasal dari Negara Malaysia, keluhannya demam, batuk dan nyeri tenggorokan. Kami telah melakukakan penanganan pasien sesuai dengan Pedoman Kewaspadaan Virus Corona.

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Corona Virus (2019-nCoV) atau lebih dikenal dengan virus corona. Modul setebal 78 halaman itu di antaranya mengatur prosedur penanganan pasien suspek dan kategori pasien.

Kategori pertama pasien terkait dugaan terinfeksi virus Corona, yaitu Orang dalam Pemantauan. Indikatornya seseorang punya gejala demam atau riwayat demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan.

Selain itu pasien punya riwayat perjalanan ke Cina atau negara lain yang terjangkit dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala itu. Pasien seperti ini tidak harus diisolasi di rumah sakit, bisa di rumah saja.

Kategori kedua yaitu Orang dalam Pengawasan. Indikatornya seseorang punya gejala demam atau riwayat demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan pneumonia ringan hingga berat berdasarkan kajian klinis atau gambaran radiologis. Selain itu pasien punya riwayat perjalanan ke Cina atau negara lain yang terjangkit dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala itu.

Riwayat lain Orang dalam Pengawasan, yaitu ada kontak erat dengan kasus terkonfirmasi virus Corona, bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi virus Corona di Cina atau negara lain yang terjangkit, atau punya riwayat kontak dengan hewan penular yang sudah teridentifikasi.

Golongan pasien ketiga yaitu Probabel yaitu Orang dalam Pengawasan yang diperiksa untuk 2019-nCoV tetapi tidak dapat disimpulkan, atau seseorang dengan hasil konfirmasi positif pan-coronavirus atau beta coronavirus.

Jenis pasien keempat yakni Kasus Konfirmasi, maksudnya seseorang yang positif terinfeksi virus Corona dengan hasil pemeriksaan laboratorium.

Dari hasil observasi sesuai dengan pedoman yang ada, kami sepakat pasien kami tetapkan ke dalam kategori pemantauan. Namun agar tidak menimbulkan kekhawatiran masyarakat, pasien kami tempatkan di ruang isolasi, kata Martina.


"Saya menghimbau kepada masyarakat tidak perlu khawatir, pasien tersebut masuk kategori pemantauan. Kami RSUD A.M. Parikesit akan terus melakukan tindakan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kami juga selalu berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten, Dinas Kesehatan Provinsi, hingga Kementerian Kesehatan", tutup Martina (cnd)

(Cnd)



Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Akreditasi

Konsultasi Kesehatan

Pojok Zona Integritas

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi

PPID

Download