RSUD A.M. Parikesit Siapkan Tim Khusus Apabila Ada Pasien Terdeteksi Virus Corona RSUD A.M. Parikesit Siapkan Tim Khusus Apabila Ada Pasien Terdeteksi Virus Corona
30/01/2020 06:25 WITA



RSUD A.M. Parikesit telah mengantisipasi jika terdapat pasien terdeteksi virus corona dengan membentuk Tim dan alur serta menyiapkan ruang isolasi khusus.

Plt Direktur RSUD A.M. Parikesit Martina Yulianti mengungkapkan, terkait beredarnya Novel Coronavirus (2019-nCov) atau yang lebih dikenal virus corona yang menjadi perhatian dunia, Kementrian Kesehatan sudah mengantisipasi dengan memberikan edaran dan pedoman terhadap pencegahan dan penanganan virus corona.

"Semua fasilitas kesehatan sudah diminta untuk melakukan asestmen terhadap kesiapan dari masing-masing fasilitas kesehatan tersebut jika ada pasien yang diduga terkena virus corona, " tuturnya di hadapan awak media Rabu (29/1/2020).

Dengan adanya edaran dari Kemenkes lanjutnya, petugas kesehatan yang ada di RSUD A.M. Parikesit juga diinstruksikan selalu menggunakan alat pelindung diri jika berhadapan langsung dengan pasien yang terdeteksi terkena virus corona.

"Untuk itu karena RSUD A.M. Parikesit merupakan fasilitas kesehatan terbesar di Kukar dan juga rumah sakit rujukan regional tentunya telah mempersiapkan diri jika ada pasien yang terdeteksi terkena virus corona, "ungkapnya.


Menurut Wakil Direktur Pelayanan RSUD A.M. Parikesit dr Mauritz Silalahi, jika terjadi kasus ini hal yang pertama kita lakukan adalah alat pencegahan diri baik kepada pasien juga terhadap petugas kita sudah siapkan, "kami dibidang pelayanan sudah membuat alur karena ini outbreak yang baru, dan untuk leader dalam kasus virus corona ada di bagian spesialis paru, " ungkapnya.

Untuk pemeriksaan lanjutnya, kita sudah ada tenaga ahli yang kompeten dan juga sudah berkordinasi dengan Dinkes Kukar untuk pengiriman sample, karena di kasus virus corona perlakukan sample ini harus khusus dan saat ini sedang dipersiapkan.

Sementara itu untuk gejala pasien terkena virus corona dijelaskan Dokter Spesialis Paru dr. Parluhutan Doli Siregar seperti penyakit ISPA, yaitu ada flu kemudian demam biasanya diatas 38 derajat celcius, selanjutnya ada sesak, yang paling penting pasien terkena virus corona ada riwayat perjalanan daerah-daerah yang sudah terduka terindikasi virus corona, seperti malaysia, singapura, vietnam dan tentunya cina.

"Apabila ada pasien yang memiliki gejala tersebut maka kita harus melakukan pemeriksaan yang pertama foto rontgen dada, apabila terdapat gejala inveksi paru maka langkah selanjutnya kita mengambil sample untuk diperiksa lebih lanjut dan yang paling ekstrem dengan metode bronkoskopi. Kebetulan rumah sakit kita sudah punya alat yang paling canggih sehingga kita bisa mengambil sampel dahak untuk dilakukan pengecekan di labolatorium, "jelasnya.

dr. Doli juga memastikan, jika ditemukan pasien terkena virus corona maka sampai saat ini belum ada anti biotik khusus pasien tersebut, jadi penanganannya simtomatis, "apabila pasien demam kita beri obat demam, apabila pasien sampai menjalani gagal napas kita berikan ventilator, " ungkapnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Patalogi Klinik dr. Edison Harianja menuturkan, pasien yang terduga virus corona akan kita periksa dahak, kemungkinan kedua kita ambil dahak itu dibagian saluran napas dan yang ketiga pemeriksaan darahnya.

"Untuk pemeriksaan darah kita dapat mengetahui darahnya apakah ada inveksinya atau tidak, sedangkan untuk pemeriksaan virusnya itu sendiri di Kaltim belum ada jadi kita harus kirim ke PPI Laboratorium Kementrian Kesehatan, jika pasien itu positif terkena virus corona kita kirim sample dahaknya dan perlu waktu 2 sampai 3 hari hasilnya baru diberikan kepada kita apakah sample dahak itu mengandung virus corona atau tidak, "jelasnya.

Terakhir, Kepala Bidang Pelayanan Medik dr. Santi Rini menyampaikan, pihaknya telah mempersiapkan alur masuk untuk screnning pasien yang terduga virus corona di IRD dengan tim khusus, "kami juga sudah mempersiapkan ruang isolasi khusus juga dibantu tenaga kesehatan, "pungkasnya.
(Cnd)

Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Akreditasi

Konsultasi Kesehatan

Pojok Zona Integritas

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi

PPID

Download